Pencinta Buku

Seorang pencinta buku, tidak akan pernah membiarkan dirinya terumbang ambing tanpa sebuah buku menemaninya.  Jika cintanya sudah jatuh kepada buku, buku itu tidak akan tinggal sendirian di atas meja ruang tamu atau sepi di atas rak sisi katil atau tersembunyi di dalam dash board keretanya atau membiarkan buku yang belum dibacanya bersahabat dengan buku yang telah dibacanya dalam satu jalur susunan di atas para kayu rak buku.

Seorang pencinta buku, akan selalu bermesra dengan bukunya. Buku itu adalah teman yang paling setia, paling akrab, paling memahami, dan paling bertoleransi dengan dirinya. Kemesraan sang pencinta buku dengan bukunya akan terlihat melalui jelingan dan lirik matanya sewaktu membaca baris-baris tulisan yang tercetak dalam buku itu. Dari kulitnya depannya, jari jemari akan menyelak lembut, dengan penuh sopan pada setiap helaian. Bila sudah sampai di dadanya (baca pertengahan buku), dia akan berhenti sebentar, menarik nafasnya sambil menghirup secangkir kopi yang telah pun sejuk kerana terbiar akibat tekunnya. Lalu dia akan menyambungnya sampai ke kulit yang terakhir.

Setiap patah kata, sang pencinta buku akan membaca melalui hatinya. Lalu terdengarlah bagaikan buku itu sedang berbisik-bisik dengannya. Jika patah kata itu lucu, dia akan tersenyum sendiri. Jika baris ayatnya sedih, wajahnya akan muram bagaikan merasai kesedihan itu.

Jika ceritanya dicoret bosan, sang pencinta buku itu akan menutup mulutnya yang menguap dan matanya akan  terlihat kuyu. Jika isinya suspen, dia akan merenung tajam setiap helaian dan dadanya akan berkocak kencang ingin tahu bagaikan membuka sebuah kotak yang tidak tahu apa isi dalamnya. Jika buku itu menggoda, dia akan bersabar dan semakin perlahan membacanya dan tidak akan membiarkan dirinya tewas melangkau laju atau meninggalkan mana-mana catitan dari senaskah buku itu.

Saya sendiri masih belum boleh menjadi seorang pencinta buku, malah seorang perindu pun belum layak lagi. Saya hanyalah seorang penggemar, yang bila saya gemar saya akan ambil, tetapi jika kegemaran saya lesap, lekas pula saya melupakan. Bukanlah ini sifat seorang pencinta.

5 Comments (+add yours?)

  1. Pei Pan
    Apr 27, 2011 @ 21:59:57

    Saya seorang pecandu yang ketagih membeli buku. Jarang sekali keluar dari kedai tanpa membeli. Saya tidak ada almari khas untuk meletak buku seperti orang lain. Saya cuma susun di dalam kotak. Apabila sudah penuh, saya akan asingkan buku-buku yang saya kira lebih baik kalau dapat di baca oleh orang lain. Biasanya saya beri pada perpustakaan desa yang ketandusan buku.

    Saya juga suka membeli buku-buku yang baik mutunya dalam dua kuantiti. Satu untuk saya, satu untuk perpustakaan. Entah, saya “kasihan” melihat “ketandusan” ilmu di pustakaan itu. Usaha individu tidak membawa impak yang besar tapi saya cuba sebagai seorang individu menyumbang untuk masyarakatnya. Saya hanya mampu memberi buku.

    Reply

    • budakkilang
      Apr 29, 2011 @ 05:34:18

      Saya kira anda seorang cumalah seorang pecandu buku yang tegar, tetapi rupanya lebih dari itu. Kecanduan itu rupanya mahu anda kongsikan. Tahniah. Bukan mudah untuk semua orang bersikap seperti anda. Malahan saya sendiri pun tidak. Tidak pernah terfikir untuk se’dermawan’ begitu. Semoga saya juga suatu hari akan mampu jadi seperti anda.

      Reply

  2. lina
    Apr 28, 2011 @ 23:44:22

    mari kita bercinta. dengan buku.🙂

    Reply

  3. Pei Pan
    Apr 29, 2011 @ 06:20:36

    Saya hanya membuat perkara yang membahagiakan dan perkara itu salah satu daripadanya. Kata pendeta, ilmu itu bertambah bila di kongsi.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: