Sakit Perut

“Kau kenapa ni Kalam?” Soal Zambri melihat Kalam yang tidak senang duduk. Sekejap berdiri, sekejap-kejap cangkung, kadang-kadang Kalam rukuk. Tangannya menahan perut.

“Aku sakit perut la Zamb” jawab Kalam dengan suara yang bergetar. Betul-betul Kalam menahan sakit perutnya. “Kau salah makan agaknya?” Zambri cuba menebak. “Cuba kau letak minyak angin, mana tahu kejap lagi baiklah agaknya” Zambri juga memberikan cadangan.

“Sudah, dekat separuh botol aku sapu, tapi makin sakit” Kalam mengurut-urut perutnya. “Kau tahu mengurutkan Zamb? Tolonglah urutkan perut aku ni” Mata Kalam seolah-olah meminta simpati.

“Tak nak lah” pantas Zambri menjawab. “Kenapa? Tolonglah” Kalam masih cuba memujuk. “Nanti kalau aku urut, lain yang keluar, silap-silap keluar baby” Zambri berdekah ketawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: