Senusantara

Dulu, masa saya ke Jakarta. Saya terpaksa beratur panjang di kaunter pelepasan dan pemeriksaan, gara-gara pegawai di Lapangan Terbang Antarabangsa Soekarno-Hatta hanya membuka dua kaunter untuk urusan antarabangsa.

Tiga kaunter dibuka untuk urusan local. Makanya perjalanan di kaunter local lebih laju dan lancar. Penumpang-penumpang yang bukan local terpaksa menunggu lama.

Sehingga saya berdiri dengan mimik muka yang menggambarkan perasaan tidak puas hati. Lalu diperasankan oleh seorang pengawal keselamatan yang beruniform.Lalu diangkatnya cota menunjuk ke saya.

“Indonesia ya mas?” sambil menghalakan tangannya ke arah kaunter local yang lengang. Lekas-lekas saya geleng.

“Malaysia pak.”

Semalam, saya sedang beratur membeli makanan di kantin. Tiba-tiba bahu saya dicuit dari belakang.

“Weh, budak ni cakap dia pernah nampak kau dulu kat Indon” Rahim jadah merujuk kepada seorang pekerja indonesia.
Saya tenung budak itu.

“Kau pernah nampak aku kat Indon?” Tanya saya. Dia menganggukkan kepala. “Kat mana?”

“Di Bandung mas” Dia jawab yakin

Nusantara sangat ke saya ni?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: