Suara ibu

Jika ditanya kepada saya, apakah yang paling menenangkan saya pada waktu-waktu gembira atau susah, pastilah saya jawab suara ibu.

Ya, suara itu punya keramatnya yang tersendiri. Suara itu yang membangkitkan kuat rasa semangat, suara itu yang menceriakan emosi dan fizikal yang tenat dan suara itu jugalah pengubat duka lara hati yang tenat.

Saya ini, jauh diperantauan. Jika sabut timbullah, jika batu tenggelamlah. Tapi, banyak saya tenggelam dari yang timbul. Timbul pun sekejap sangat, sekadar mencungap satu dua nafas kemudian di tarik kasar ke dasar.

Setelah muka biru menahan nafas, barulah dilepaskan saya terkapai-kapai ke permukaan.

Saat itulah saya perlukan suara ibu. Selalu menyuruh agar saya bisa bertahan, hari ke hari, bulan ke bulan, tahun ke tahun. Sayangnya, tiada apa yang saya mampu balas untuk seluruh keringat jasanya.

Hanya doa yang saya mampu titipkan.

Namun cita-cita saya masih ada untuk ibu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: