Soal Hati

Tadi siang, ketika sedang saya berkerja tanpa sengaja saya tercuai dan lalai. Pisau yang saya pegang untuk menghiris helaian kertas dan mengerat-ngerat, telah ia tergelincir dari sasaran yang sepatutnya. Lalu ia menyinggah di hujung jari telunjuk tangan sebelah kiri.

Kata orang, agaknya inilah yang dimaksudkan “senjata makan tuan”.

Cuma terhiris kecil dan saya fikir luka ini tidaklah apa-apa. Namun perlahan demi perlahan luka yang kecil ini mula berdarah. Hujung jari mula basah dengan cecair merah yang terang. Saya pula tidak merasa sakit atau perit. Segera jari yang luka tadi saya suakan ke mulut. Saya gigi-gigit halus sekitar kawasan tebing luka di jari. Spontan. Tindakan luar kawal.

Dan saya jadi teringat, kata-kata orang juga. Manisnya, kata-kata orang lama.

“Luka di tangan nampak berdarah, luka di hati siapa yang tahu?”.

Agaknya bagaimana rasa hati yang terluka? Bagaimana juga rupanya hati yang terluka? Saya hanya ingin tahu bagaimana rasanya dan bagaimana rupanya. Sejujur kata, saya sendiri kadang-kadang pernah mengalami. Namun saya masih lagi bertanya. Mungkin lain orang, lain sakitnya. Mungkin.

Dan bagaimana pula orang yang dikata “hati batu” itu? Tentu hatinya tidak pernah terluka lantaran sifatnya yang keras. Pisau yang tajam sudah tentu kan hilang tajamnya jika ia menghiris hati yang seperti ini. Tidak terkesan atau berkesan.
Juga saya fikir ialah “hati kaca”. Luarnya tampak keras, tapi rapuh bila terhempas. Andai sudah terhempas, mustahillah ia dapat dicantum-cantum semula seperti sediakala.

Mustahil di kepompong fikir saya.

4 Comments (+add yours?)

  1. Cik Yen
    Aug 05, 2010 @ 17:54:17

    Banyaklah orang menanam pulut
    Saya seorang menanam padi
    Banyaklah orang karam di laut
    Saya seorang karam di hati

    notakaki: pecah kaca pecah gelas.sudah baca harap balas!😛

    Reply

    • budakkilang
      Aug 06, 2010 @ 03:04:38

      Cik Yen,

      Banyak orang menanam padi Saya seorang karam di hati Banyaklah orang menanam budi Saya kenang sampai ke mati.

      p/s: barang yang kaca, dilambung tak pecah, dihempas tak jamin..

      Reply

  2. Cik Yen
    Aug 06, 2010 @ 05:45:46

    hehe actually pantun tu lirik lagu Sanisah Huri.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: