Jamban

“Eh, Man! Hormat la sikit. Orang tengah makan ni” Zul Setan menegur Man Belon.

“Kenapa ni Zul, angin tidak, ribut tidak, tiba-tiba marah?” Soal Man Belon dengan rasa tidak puas hati sebab ditegur begitu oleh Zul Setan.

“Ialah, kau tak nampak ke aku tengah makan ni? Tiba-tiba cerita pasal jamban pula” Sergah Zul Setan lagi. Nasi yang melekat-lekat dijari dia renjis-renjiskan ke pinggan.

“Dah memang nama dia jamban, aku nak buat macam mana?” Jawab Man Belon sambil menyusun tiga biji ceper membentuk piramid. Yang dua lagi berjarak satu jengkal antara Jamban yang ditengah-tengah.

“Setakat satu jengkal, boleh lepas kalau pakai skill “sungkit” ni.” Rasa-rasa hati Hadi Closing melihat ceper yang disusun oleh Man Belon di atas meja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: