Secawan Nes ‘O’ yang cemerlang

“Ktung, ktung, kting, ktang…”
“Ktung, ktung, kting, ktang…”
“Ktung, ktung, kting, ktang…”

Bunyi sudu berlaga dengan gelas kaca kedengaran dari bilik pantry. Gayanya seperti seseorang sedang membancuh air.

Tetapi bunyi itu terlalu ekstrem. Suasana ofis yang sunyi sepi disebabkan ketekunan para pekerja yang menghadap monitor terganggu betul. Masing-masing mengangkat kepala menjenguk ke pintu pantry. Kak Siti Stafella mula panas punggung. Dia terus menutup browser firefoxnya dan membuka tetingkap Excel. Nak layan Facebook pun tak aman.

Di bilik pantry, bunyi sudu berlaga gelas masih lagi berdengung.

“Ktung, ktung, kting, ktang…”
“Ktung, ktung, kting, ktang…”
“Ktung, ktung, kting, ktang…”

Nama si tukang yang sedang membancuh itu Alias. Namun Alias lebih terkenal dengan gelaran E-Yas. Umurnya pertengahan 20-an.

Dulu-dulu selepas habis SPM, E-Yas pernah berkerja sebagai pembuat air di sebuah warung makan yang terkenal di kota Kuala Lumpur.

Kata E-Yas, Nes ‘O’ yang sedap perlu ikut sukatan yang betul. Naluri menyukat itu perlu tepat. Kalau tidak, Nes ‘O’ boleh jadi pahit seriau atau manis menjilat bibir.

Nah, E-Yas berikan petuanya. Untuk secawan gelas Nes ‘O’ panas di kesejukan penghawa dingin.

1. Nes ‘O’ separuh camca sudu teh.
2. Gula, dua satu per empat camca sudu teh.
3. Kemudian tuangkan air panas sepenuh segelas.

Kata Haji Leman Waja, Nes ‘O’ Yas macam ‘mak-mak’. Ada rasa pahit-pahit manis. Masam-masam manis itu pula kisah rumah tangga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: