Nak balut, ada caranya

“Kau ni balut macam mana? Betul-betullah sikit” Arman tinggikan suaranya menegur cara balut Abe Dolley.
“Tengok ni, kertas habis terlipat-lipat. Tak kemas langsung” lagi bebel Arman.
“Tegangkan dulu kertas tu, kemudian baru lipatkan. Barulah tampal” tak putus-putus cakap Arman sejak dari tadi.

Abe Dolley hanya tersengih-sengih sambil menggaru-garu dahi. Peluh jantan memercik setitik dua, buat kerja dalam gudang yang tertutup dekat sini memang bahang. Lagi-lagi kalau line tengah panas.

“Hishh ! Kau ni Abe, kalau lipat baju macam mana agaknya?” Arman menggeleng-gelengkan kepala.
Abe Dolley tersentap, tangannya berhenti dari melakukan kerja membalut. Gunting yang di tangan Abe Dolley digenggamnya kemas-kemas.

Arman berundur dua tiga langkah bila melihat kelakuan Abe Dolley.
“Takkan pertikaikan pasal lipat baju pun Abe Dolley nak marah” gumam Arman dalam hati. Sempat juga terteguk air liur sendiri dua tiga kali.

Kali ini Abe Dolley betu-betul tegak berdiri di depan Arman. Anak matanya dalam merenung anak mata Arman. Abe Dolley mengerutkan dahi, membuatkan renungan matanya semakin fokus dan jitu. Arman terkelip-kelip. Memang tajam renungan Abe Dolley.
Gunting yang di tangan Abe Dolley masih lagi tergenggam erat.
“Bro, gua balut drum ni memang slow, tapi kalau gua lipat baju, memang menangis la mak mertua gua tengok” kata Abe Dolley perlahan-lahan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: