Suara Palestin

Nun di hujung tanah Gaza
hujan peluru yang tidak bermata
menerjah kejam menikam nyawa
anak kecil, dewasa atau si tua
lelaki bersaudara juga adinda wanita
gurindam berlagu dalam tangisan
meratap pemergian dengan esak sedan
meraung kehilangan dengan suara rawan

bumi kering sentiasa basah berdarah
hujan air mata selalu rembes tumpah
akar redha jua penguat akidah
mencengkam perjuangan tak layu mengalah
seyakin lafaz takbir
seranum syahadah di hujung bibir
selazat mengalun zikir
langkah perwira tidak menguncup khuatir
biar rebah bermaruah, dari mati terpinggir

anak kecil palestin
pelurunya cuma batu kerikil
dilontar ke zionis bacin
tekadnya dari benih rijil
iktikadnya sesegar mata air waringin
peta ini tanahku yang batil
tangan kecil melontar; suara memetir
sekudrat manalah si anak kecil
yang bertaruh azam menghalau kolonisir

Di semenanjung tanah ini
suara-suara kami ialah peduli
pohon doa kami siramkan
menyuburkan taman perjuangan
mencandu spirit mujahid
supaya harum dan wangi syahid

Molek garden,
Jun, 02 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: